Ruang Download Gratis

Berbagi software, e-book, dan mp3 gratis

The Inheritance Cycle : Eragon

The Inheritance Cycle adalah seri novel fantasi karya Christopher Paolini. Sebelumnya diberi judul The Inheritance Trilogy, sampai akhirnya pada bulan Oktober 2007 Christopher Paolini mengumumkan adanya buku keempat. Seri yang sudah beredar adalah Eragon, Eldest, dan Brisingr.

EragonEldestBrisingr

 

 

 

 

 

 

 

Setting dari novel ini adalah dunia Alagaesia, dengan memfokuskan cerita pada seorang remaja bernama Eragon yang mempunyai naga bernama Saphira, dan menjadi satu dari Ksatria Penunggang Naga, kelompok legendaris yang memerintah tanah Alagaesia di masa lalu. Kelompok ini kemudian dihancurkan oleh Ksatria bernama Galbatorix dan Forsworn, kelompok Ksatria tiga belas yang berkhianat setelah mengucapkan sumpah setia kepada Galbatorix. Setelah runtuhnya dinasti Ksatria Penunggang Kuda, ketika sebagian besar ksatria terbunuh, Galbatorix mengklaim tahta Alagaesia.

Ketakutan terbesar Galbatorix adalah jika ada ksatria baru muncul dan merebut tahtanya. Dengan usaha dari Varden, kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Brom (bekerja sama dengan Jeod dan Hefring), sebutir telur naga berhasil dicuri dari Galbatorix, dan secara tidak sengaja jatuh ke tangan Eragon, seorang petani muda di desa Palancar. Galbatorix berusaha untuk menculik Eragon dan naganya, dan Eragonpun memulai petualangannya ke masa lalu dan masa depan Alagaesia

Buku pertama dari seri ini, Eragon, dipublikasikan sendiri oleh keluarga Paolini pada 2002, kemudian dipublish ulang pada 2003 oleh Knopf; yang kemudian diikuti dengan buku kedua, Eldest, pada 2005. Kedua buku itu terdaftar dalah New York Times bestseller, dan keduanya telah terjual lebih dari 12,5 juta kopi di seluruh dunia. Buku ketiga dari seri itu, Brisingr, telah dipublish pada 20 September 2008, sedangkan peluncuran buku keempat yang belum diketahui judulnya, belum ditentukan. Sebelumnya diset menjadi trilogi, tetapi kemudian berubah karena Paolini merasa ceritanya menjadi terlalu kompleks jika harus dimasukkan dalam satu buku (di buku ketiga).

Pada 2006, Eragon telah diadaptasi menjadi film dengan judul yang sama, dengan Edward Speeler sebagai Eragon, serta dibintangi oleh Jeremy Irons, John Malkovich, Sienna Guillory, dan Rachel Weisz.

Plot Cerita

Eragon

Eragon

Ketika sedang berburu, Eragon, seorang petani muda berusia 15 tahun, menemukan sebuah telur naga, yang awalnya disangka batu. Dia mengambil “batu” itu dan dibawa ke desanya Carvahall untuk dijual dan ditukarkan makanan. Tetapi dia tidak berhasil menjual batu itu, sehingga dia mengembalikan batu itu ke kebun pamannya Garrow, dan meninggalkan batu itu. Sangat sedikit yang bisa diketahui tentang orang tuanya. Orang hanya tahu bahwa ibunya bernama Selena, dan, dengan alasan yang tidak diketahui, meminta adik laki-lakinya membesarkan anaknya sebagai anaknya sendiri, sebelum akhirnya dia hilang dari kehidupan Eragon selamanya. Betapa terkejutnya Eragon ketika batu itu kemudian menetas, dan dari dalamnya keluar seekor naga, Saphira, yang kemudian tumbuh besar dengan cepat.

Rumah Eragon diserang oleh makhluk yang disebut Ra’zac. Pamannya, Garrow, meninggal karena luka-luka yang dideritanya. Kemudian, Eragon dan seseorang yang misterius bernama Brom beserta Saphira kemudian pergi mencari Ra’zac untuk membalas dendam. Eragon dan Brom diserang dengan tiba-tiba oleh Ra’zac. Murtagh, seorang laki-laki muda yang kemudian diketahui adalah anak dari Morzan, menyelamatkan mereka, kemudian menjadi teman Eragon. Murtagh tidak menyukai ayahnya, yang kejam dan kasar padanya ketika dia kecil.

Meskipun Murtagh bisa menyelamatkan Eragon, Brom terluka parah akibat serangan Ra’zac dan meninggal tak lama kemudian. Sebelum meninggal, dia mengatakan pada Eragon bahwa dia adalah Ksatria Naga sebelum mereka jatuh, dan dia adalah agen Varden. Beberapa hari kemudian, Eragon diculik dan dimasukkan penjara di Gil’ead, dan kembali Murtagh menyelamatkannya. Murtagh menembak Durza, makhluk bayangan yang menculik Eragon, di kepalanya, tetapi Durza menghilang. Kemudian Murtagh mendapat pelajaran, Shade hanya bisa dibunuh dengan tusukan pada jantungnya. Ketika melarikan diri, kedua sahabat itu menyelamatkan seorang perempuan elf bernama Arya, yang karenanya Eragon terganggu mimpi buruk.

Karena Arya terkena racun, mereka kemudian mencari penawar racunnya. Mereka berjalan melintasi Gurun Hadarac, dengan diikuti oleh budak-budak dan tentara Urgal. Mereka kemudian menemukan sarang Varden di dalam cekungan gunung yang dikenal sebagai Farthen Dur. Tentara Galbatorix menyerang, dan di tengah peperangan itu Eragon membunuh Durze, tetapi kemudian menemukan bekas luka yang mengerikan di punggungnya, sesuai dengan cerita Murtagh tentang ayahnya. Ketika dia tidur dalam upaya penyembuhannya, dia dipanggil oleh sesuatu yang menyebut dirinya “The Cripple who is Whole”. Dia membimbing Eragon untuk menyelesaikan latihannya di ibukota elf, Ellesmera.

Eldest

Eldest

Dalam peperangan di Farthen Dur, Ajihad, pemimpin Varden terbunuh dalam penyerangan mendadak yang dilakukan oleh Urgal. Murtagh dan si Kembar (kepala sihir Varden) dianggap hilang dalam penyerangan tersebut, tetapi kemudian, Eragon akhirnya mengetahui bahwa si Kembar telah berkhianat dengan merencanakan penyerangan untuk menculik Murtagh dan membunuh Ajihad. Setelah melakukan sumpah setia pada Nasuada, anak perempuan Ajihad yang menggantikan ayahnya menjadi pemimpin Varden, Eragon berkelana ke Ellesmera, ditemani oleh dwarf bernama Orik, keponakan sekaligus ahli waris raja dwarf, Hrothgar.

Sebelum pergi, Hrothgar mengajak Eragon ke tempat klannya berada, Durmgrist Ingietum, memberinya hak penuh sebagai warga dalam komunitas dwarf. Sebagian besar dari buku ini menceritakan tentang pelatihan yang dijalani Eragon dengan Ksatria Naga Oromis, yang dikenal dengan Togira Ikanoka (The Cripple who is Whole), dan usahanya yang tidak berhasil untuk membujuk Arya, yang telah menjadi pemimpin elf yang baru.

Jiwa naga menyembuhkan bekas luka Eragon dalam upacara yang disebut Agaeti Blodhren. Eragon bangun keesokan harinya dengan kemampuan elf yang membuatnya jauh lebih kuat dan lebih cerdas. Setelah transformasi itu Eragon mengejar Arya sekali lagi, tetapi kembali ditolak, dan Arya kembali ke Surda keesokan harinya.

Sementara itu, Roran (sepupu Eragon dan anak dari Garrow) kembali ke Carvahall setelah mengetahui kematian ayahnya, dan menyadari bahwa dia dicari oleh Galbatorix. Kehadirannya bahkan membuat seisi kota berada dalam bahaya, akibat serangan yang dilakukan oleh Ra’zac sehingga banyak penduduk tewas.

Sloan (ayah Katrina, tunangan Roran) kemudian berkhianat dan menjadi anak buah Ra’zac, mengakibatkan penculikan Katrina dan Roran hampir terbunuh. Hari berikutnya, Roran meyakinkan penduduk yang tersisa untuk mengikuti dia untuk mencari perlindungan di Surda. Roran dan pengikutnya harus melintasi pegunungan Spine yang berbahaya, menyusuri pesisir barat Alagaesia, dan bergabung dengan Jeod (teman lama Brom) di kota Teirm. Mereka kemudian berlayar dengan kapal bajak ke pesisir Selatan untuk menghindari pengejaran Ra’zac dan pasukan kerajaan.

Eragon kembali ke Varden untuk membantu mereka ketika waktu peperangan dengan pasukan Galbatorix sudah dekat. Arya memaafkan Eragon, dan mereka kembali berteman. Tak lama setelah itu, perang Burning Plains dimulai. Di tengah-tengah peperangan, ksatria baru, yang kemudian diketahui adalah Murtagh, datang dengan mengendarai naga merah bernama Thorn. Setelah membunuh Hrothgar, dia menyadari bahwa dia sekarang menjadi budak Galbatorix dan bersumpah untuk menculik Eragon dan membawanya dan Saphira kembali ke Galbatorix. Dia akhirnya juga mengetahui bahwa Saphira adalah naga betina terakhir yang masih hidup, dan itulah yang menjelaskan Eragon dan Saphira tetap hidup. Murtagh dan Eragon mulai bertarung dan Eragon sangat terkejut dengan kekuatan yang dimiiki naga muda yang masih belum berpengalaman itu. Eragon kalah, tetapi dia meyakinkan Murtagh untuk menafsirkan kembali sumpahnya dan membebaskan mereka. Murtagh setuju, tapi kemudian mengungkap bahwa mereka sebenarnya bersaudara dan Eragon juga anak dari laki-laki paling jahat yang masih hidup, Morzan – hal yang sangat mengejutkan bagi Eragon dan membuatnya sakit hati.

Pada peperangan itu juga, pengkhianatan si Kembar terungkap ketika mereka terlihat berada pada kubu kerajaan, dan membunuh banyak sahabat dan saudara mereka yang membela kubu Varden. Kedatangan Roran, Jeod dan para penduduk desa memberi kesempatan pada Roran untuk membunuh si Kembar, sehingga peperangan dimenangkan oleh Varden.

Setelah melaporkan pada atasannya, Eragon menjelaskan kisah Saphira secara lengkap pada Roran, meminta maaf atas kematian ayah dan paman mereka. Cerita pada buku ini berakhir dengan janji Eragon untuk menemani Roran membebaskan Katrina.

Brisingr

Brisingr

Eragon, Roran dan Saphira pergi ke Helgrind, gunung tempat tinggal Ra’zac dimana Katrina ditawan. Mereka memasuki gunung, menyelamatkan Katrina, dan membunuh satu Ra’zac; tetapi Eragon diam-diam menemukan Sloan, yang telah disiksa dan dibutakan agar dia mau memberi informasi, tetapi dia tahu dia tidak bisa membunuh Sloan. Eragon kemudian mengatakan pada Roran dan Katrina bahwa Sloan sudah mati, kemudian meminta Saphira untuk membawa mereka kembali ke Varden. Eragon tetap di Helgrind untuk membunuh Ra’zac yang tersisa dan menyelamatkan Sloan. Ra’zac terakhir menawarkan kesepakatan dengan Eragon, memberi informasi bahwa Galbatorix hampir menemukan “the name”, sebagai gantinya dia minta memori sebagai Ra’zac, monster bagi mimpi buruk kemanusiaan, tetap hidup. Eragon menolak kesepakatan itu, dan membunuhnya. Kemudian, ketika mempertimbangkan tindakan apa yang harus dilakukan kepada Sloan, dia menemukan nama asli Sloan, sehingga mendapatkan kekuatan besar atas Sloan, dan mengakibatkan Sloan kesakitan yang tidak bisa menahan terbukanya rahasia siapa dia sebenarnya. Setelah berkonsultasi dengan Ratu elf Islanzandi, Eragon memutuskan untuk memantrai Sloan sehingga dia bisa mendapatkan perlindungan dari para elf, jika akhirnya dia tidak bisa bertemu dengan Katrina lagi dan memberi kesempatan padanya untuk memperbaiki jalan hidupnya; daripada membunuhnya karena pengkhianatan yang dilakukannya. Jika dia melakukan itu, para elf setuju untuk mengembalikan penglihatannya.

Arya, yang pergi mencari Eragon setelah dia tidak berhasil kembali bersama yang lainnya, bertemu Eragon di kota Eastcroft dan menemaninya ke Varden, dimana Roran dan para penduduk Carvahall yang tidak merasa aman lagi di Sudra bergabung untuk berperang.

Roran memberi Eragon informasi bahwa dia dan Katrina akan menikah, dan Katrina sedang hamil. Pada hari pernikahan, satu pasukan kecil yang terdiri dari 300 prajurit dari kerajaan, termasuk di dalamnya Murtagh dan Thorn, menyerang Varden. Kembali, Murtagh terlihat dominan dengan tenaga supernatural yang mengelilinginya, tetapi Eragon, Arya dan 12 penyihir elf bisa menggabungkan kekuatan mereka dan bisa mengalahkan Murtagh; dia melarikan diri tapi berjanji akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar lagi. Orrin, raja Sudra, dan pasukannya, kemudian pergi untuk menghancurkan pasukan musuh, tetapi menemui kenyataan bahwa pasukan itu ternyata imun terhadap rasa sakit, dan bisa menanggung luka yang paling parah sekalipun dan tidak mati: hanya pemenggalan leher yang bisa menghentikan mereka. Pernikahan Roran dan Katrina akhirnya bisa dilanjutkan.

Nasuada memerintahkan Eragon untuk menghadiri pemilihan raja elf yang baru sebagai anggota Durgrimst Ingeitum, Saphira disembunyikan untuk berjaga-jaga terhadap usaha penyerangan Murtagh. Eragon bergabung kembali dengan Orik, ketua klan Durgrimst Ingeitum yang baru. Percobaan pembunuhan terhadap Eragon dilakukan oleh klan yang menunjukkan kebencian pada Eragon dan Saphira. Orik berhasil menyingkirkan pemimpin klan yang mengomando penyerangan dan akhirnya terpilih sebagai raja baru. Kemudian Saphira datang ke Tronjeim, dimana dia dan Eragon kembali bersatu.

Pada saat yang sama, Roran terlibat dalam banyak usaha penyerangan yang dilakukan Varden terhadap kerajaan, yang semuanya bisa mereka lakukan dengan baik. Tetapi, pada peperangan yang kedua kalinya, dia ditempatkan pada jenderal yang tidak kompeten, Edric, yang memerintahkan penyerangan terhadap pasukan yang jauh lebih besar jumlahnya daripada Varden sehingga mengakibatkan banyak kematian dan kekalahan. Roran menolak perintah tersebut, dan melakukan rencana lain sehingga menyelamatkan sebagian besar dari pasukannya dan bisa menghancurkan kekuatan musuh (Roran sendiri membunuh hampir 200 pasukan musuh). Tetapi akibat penolakan itu, Roran kemudian dihukum lima puluh cambukan. Kemudian, Nasuada menemuinya, meminta maaf dan menjelaskan pentingnya penegakan aturan, dan menginformasikan bahwa Edric telah diturunkan dari jabatannya, dan meminta Roran untuk menjadi pemimpin semua pasukan. Urgal memandang rendah keputusan itu. Mereka telah bergabung sebelum Perang Burning Plains tetapi aliansi itu akhirnya terpecah karena kedua pihak saling tidak mempercayai. Roran harus bertempur dengan salah satu Urgal untuk menegaskan otoritasnya agar mereka tunduk; dan dia menang. Urgal tidak lagi mempertanyakan kepemimpinannya, dan kemudian, bertempur di sampingnya pada peperangan Feinster.

Eragon dan Saphira kembali ke Ellesmera untuk menyempurnakan training mereka. Disana, Eragon mengetahui bahwa Brom, mentornya terdahulu, adalah kekasih Selena, ibunya dan ayah Eragon yang sebenarnya. Mereka saling jatuh cinta dan bekerja bersama-sama untuk menjatuhkan Morzan, tangan kanan Galbatorix dan kekasih Selena sebelumnya. Hari berikutnya, Eragon diberi tahu sumber kekuatan Galbatorix: yaitu Eldunari, organ menyerupai permata yang mengandung jiwa/kesadaran naga. Glaedr menjelaskan bahwa Galbatorix mengontrol ratusan Eldunari, yang diambil dari naga yang dibunuhnya pada saat dia meruntuhkan kekuasaan ksatria naga. Itu kemudian menjadi sumber kekuatannya, dan nampaknya itu juga yang terjadi pada Murtagh. Eragon membuat pedang baru untuk dirinya sendiri, dengan petunjuk dari Rhunon, sang pandai besi. Eragon memberi nama pedangnya “Brisingr”, yang bisa mengeluarkan api setiap kali Eragon megucapkan kata itu.

Glaedr memberikan Eldunari-nya pada Eragon dan Saphira, yang kemudian pergi untuk membantu pengepungan Varden di Feinstein, salah satu kota kerajaan. Oromis dan Glaedr bergabung dengan elf di Gil’ead.

Eragon dan Saphira bergabung dalam pengepungan, dimana mereka bertemu kembali dengan Arya. Mereka bertemu dengan pemimpin Feinster, Lady Lorana yang dipaksa tunduk pada Galbatorix. Dia meminta bantuan Eragon dan Arya untuk menghentikan penyihir Feinster yang terus menciptakan Shade. Arya membunuh Shade dengan bantuan Eragon. Karena Lorana sudah menyerah, pengepung menang. Selama pengepungan, jiwa Glaedr mengirimkan pengalamannya pada Eragon. Dalam peperangan melawan Thorn dan Murtagh, Oromis dan Glaedr terbunuh, tetapi eksistensi Glaedr terus ada dalam Eldunari yang dibawa Eragon. Setelah peperangan, Eragon memberitahukan eksistensi Eldunari dan kematian Oromis pada Nasuada, ketergantungan Galbatorix pada Eldunari, sekaligus kelemahannya jika tidak memiliki itu. Nasuada memberitahu Eragon tentang rencana Varden untuk menaklukkan Belatona, kemudian ke Dras-Leona, kemudian ke Uru’baen, dimana mereka akan membunuh raja. Eragon merasa kehilangan karena mentornya sudah tidak ada, tetapi merasa tenang karena Galbatorix mempunyai setidaknya satu kelemahan yang bisa mereka manfaatkan ketika mereka bertempur.

Download buku 1 : Eragon (English) disini
Download buku 2 : Eldest (English) disini
Download buku 3 : Brisingr (English) disini

Tertarik membeli bukunya? Klik gambar di bawah

Masukkan Code ini K1-BYF52D-A
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Dapatkan e-book lainnya disini

Filed under: e-book, novel (eng), , , , , , , , , , , ,

12 Responses

  1. Nurul mengatakan:

    Ga da indonesianya nih?

  2. tupang mengatakan:

    wuiiihh..gk da y gan versi bahasa Indonesia novel eragon y…
    huft….
    gpp lah…yg inggrisnya juga boleh..skalian belajr bhasa inggris🙂

    maen ke blog ane ya…
    http://www.abadiorkes.blogspot.com

  3. ganong mengatakan:

    bukunya udah gak bisa di download nh…
    kalau ada yang versi indonesia

  4. idoom mengatakan:

    keren, tapi sayang tak ada bhs indonesianya, saya ada bukunya, tapi gk tau cara mindah jadi pdf.

  5. Link Ebook | SUJIYAT mengatakan:

    […] Serial Inheritance Cycle (oleh Christopher Paolini) [resensi] […]

  6. missJJ mengatakan:

    waduhhh……..mang gd yg b.indo y???

  7. andre mengatakan:

    Versi Indonesianya ada gak yah ?
    Ni buku bagus benar tapi d filmya knp gak ada sekeulnya ? Apa karena kurang laku sehingga tdk dibuat sekuelnya .
    Please kalo ada versi Indonesianya .

  8. nia mengatakan:

    ada gag yang indonesia version nya………………..pliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiisssssssssssssssssssssss

  9. Shoopy Free mengatakan:

    Ga ada versi bahasa indonesianya yah Trilogi Eragon….????

  10. Ebook « copy p@ste mengatakan:

    […] Serial Inheritance Cycle (oleh Christopher Paolini) [resensi] […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip bulanan

Kategori

Follow Me

Powered by FeedBurner

Belanja Buku


Masukkan Code ini K1-BYF52D-A
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Free, Unlimited File Hosting

ziddu

SEO

Blogosphere

Komunitas

Banner Sahabat

%d blogger menyukai ini: