Ruang Download Gratis

Berbagi software, e-book, dan mp3 gratis

Harry Potter Lengkap

Ringkasan plot

Kisah dibuka dengan perayaan tak terkendali di dunia sihir (yang biasanya merupakan komunitas yang rahasia) setelah bertahun-tahun mengalami teror oleh Lord Voldemort. Pada malam sebelumnya, Voldemort telah menemukan tempat perlindungan rahasia keluarga Potter, dan membunuh James dan Lily Potter. Namun demikian, ketika ia mengarahkan tongkat sihirnya kepada bayi mereka, Harry, kutukan pembunuh yang dikeluarkannya malah membalik kepada dirinya sendiri. Arwah Voldemort tercabik dari tubuhnya sendiri yang hancur, menghilang dari dunia sihir, tapi tidak mati. Sementara itu, satu-satunya hasil dari kutukan yang gagal itu meninggalkan bekas yang khusus di dahinya, cacat berbentuk sambaran kilat. Kekalahan misterius Voldemort memberikan Harry sebutan khusus di kalangan dunia sihir, “Anak Laki-Laki yang Bertahan Hidup”. Sebutan ini khususnya dikarenakan tidak ada penyihir yang diarah oleh Voldemort dapat bertahan hidup melawannya.

Pada malam berikutnya, seorang penyihir membawa Harry ke rumah Bibi dan Pamannya, Dursley, tempat di mana ia akan tinggal bertahun-tahun setelahnya. Keluarga Dursley adalah famili Harry yang kejam dan merupakan orang-orang non-penyihir. Mereka senantiasa berusaha menyembunyikan latar belakang Harry yang merupakan penyihir dan keturunan penyihir, dan memberinya hukuman jika terjadi kejadian-kejadian aneh.

Pada ulang tahunnya yang kesebelas, Harry mendapatkan kontak pertamanya dengan dunia sihir, ketika ia menerima surat dari Sekolah Sihir Hogwarts, yang berusaha disembunyikan oleh Paman dan Bibinya, hingga ia tidak berhasil membaca surat tersebut. Surat itu pada akhirnya dapat dibacanya setelah ia ditemui oleh Hagrid, Pengawas Binatang Liar di Hogwarts. Hagrid memberitahunya bahwa ia sesungguhnya adalah seorang penyihir, dan surat itu memberitahunya bahwa ia disediakan tempat untuk belajar di Hogwarts. Setiap jilid dari novel Harry Potter mengisahkan mengenai satu tahun kehidupan Harry, yang kebanyakan dihabiskannya dalam pelajaran di Hogwarts, di mana ia mempelajari penggunaan sihir dan membuat ramuan. Harry juga mempelajari bagaimana mengatasi rintangan-rintangan sihir, sosial, dan emosi selama masa remajanya. Dalam periode yang sama, Voldemort juga berusaha untuk kembali ke tubuh fisiknya dan mengembalikan seluruh kekuatannya, sementara Kementrian Sihir berusaha juga untuk menolak untuk mengakui adanya ancaman akan kembalinya Voldemort. Penolakan Kementerian Sihir ini kemudian menyebabkan banyak kesulitan bagi Harry Potter.

Dunia Harry Potter

Dunia sihir dalam kisah Harry Potter adalah dunia yang ada di dunia kita sekarang tapi juga sekaligus terpisah sama sekali secara sihir. Kalau diperbandingkan, dalam kisah fantasi Narnia dunia sihirnya merupakan dunia alternatif, sementara dalam Lord of the Rings Bumi-Tengah merupakan dunia mite pada masa lampau. Lingkungan sihir Harry Potter dikisahkan berada di tengah-tengah dunia kita saat ini, dengan benda-benda sihir yang mirip dengan benda-benda di lingkup non-sihir. Lembaga-lembaga dan lokasi-lokasinya pun mirip atau malah sama dengan yang berada di dunia nyata, seperti London. Lingkungan sihir sama sekali tidak dapat terlihat oleh populasi non-sihir (atau Muggle, misalnya: Keluarga Dursley).

Bakat sihir adalah kemampuan alami yang telah ada sejak lahir, tidak dapat muncul karena dipelajari. Mereka yang memiliki bakat sihir harus mengikuti pelajaran di sekolah-sekolah seperti Hogwarts untuk dapat menguasai dan mengontrolnya. Namun demikian, ada kemungkinan anak-anak yang lahir di keluarga penyihir yang hanya memiliki sedikit bakat sihir atau malah tidak ada sama sekali (disebut “Squibs”, misalnya Mrs. Figg, Argus Filch). Para penyihir belum tentu dilahirkan dalam keluarga penyihir, dan banyak dari mereka yang dilahirkan dari orang tua (para Muggle) yang sama sekali tidak mengenal sihir. Mereka yang murni berdarah penyihir seringkali tidak terbiasa dengan dunia Muggle, malah terasa lebih aneh bagi mereka ketimbang kita memandang dunia mereka. Namun demikian, dunia sihir dan elemen-elemennya yang menakjubkan itu digambarkan sebagai dunia-yang-sangat-mirip-dengan-dunia-nyata. Salah satu tema utama dalam novel ini adalah keberadaan dunia sihir dan dunia biasa; di mana para tokohnya hidup dalam lingkungan yang memiliki masalah-masalah yang “normal”, sekalipun mereka hidup di antara sihir.

Novel ini terdiri dari 7 seri, yakni :
1. Harry Potter and the Sorcerer’s Stone
2. Harry Potter and the Chamber of Secret
3. Harry Potter and the Prisoner of Azkaban
4. Harry Potter and the Goblet of Fire
5. Harry Potter and the Order of the Phoenix
6. Harry Potter and The Half-Blood Prince
7. Harry Potter and The Deathly Hallows

1. Harry Potter and the Sorcerer’s Stone

Harry Potter hidup sebagai anak biasa di keluarga paman dan bibinya setelah saat ia masih bayi ditinggalkan di depan rumah mereka oleh Albus Dumbledore. Orang tuanya dibunuh oleh penyihir hitam yang sangat kuat bernama Voldemort namun ia menghilang saat mencoba membunuh Harry. Oleh keluarga Dursley, ia diperlakukan semena-mena karena keluarga Dursley tidak ingin Harry dan orang lain tahu bahwa mereka adalah keluarga dari penyihir.

Kehidupan Harry berubah saat rumahnya dibanjiri surat sampai mereka harus mengungsi namun akhirnya Rubeus Hagrid dari Hogwarts mengantar sendiri surat tersebut yang merupakan undangan bersekolah di Hogwarts. Harry Potter akhirnya mengetahui kepopulerannya di dunia sihir saat berkunjung ke Diagon Alley, perbelanjaan para penyihir dan Gringotts, bank sihir. Di Gringotts, Hagrid juga melaksanakan tugas untuk mengambil sebuah benda kecil yang amat rahasia.

Dalam perjalanan ke sekolahnya dengan Hogwarts Express, Harry bertemu beberapa anggota keluarga Weasley yaitu Ronald Weasley, si kembar Fred dan George Weasley, dan Percy Weasley. Sebelumnya, di stasiun ia bertemu Molly Weasley, ibu mereka, dan Ginny Weasley. Selain itu, terdapat pula Hermione Granger, Neville Longbottom, serta Draco Malfoy.

Di Hogwarts, mereka diseleksi ke dalam satu dari empat asrama oleh Topi Seleksi. Harry, Ron, Hermione, dan Neville masuk ke asrama yang mempunyai reputasi terbaik, Gryffindor, sedangkan Malfoy masuk ke Slytherin, tempat berbagai penyihir hitam.

Hari-harinya di Hogwarts terdiri dari berbagai pelajaran sihir namun yang paling dibencinya adalah Profesor Snape, guru Ramuan dan terdapat pula guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam, Profesor Quirrell. Harry juga secara istimewa masuk dalam tim Quidditch Gryffindor.

Cerita bergulir tentang percobaan pencurian di lokasi yang sama dengan barang yang diambil Hagrid serta Harry yang menemukan Cermin Tarsah. Berbagai kejadian terjadi dan menunjukkan seseorang berusaha mencuri Batu Bertuah dengan tersangka Snape. Rahasia ini hanya diketahui Harry, Ron, dan Hermione.

Namun, setelah mengatasi berbagai rintangan, yang ditemukan berusaha mencuri adalah Quirrell yang ditumpangi Voldemort. Usahanya menghalangi pencurian berhasil dan Gryffindor memenangkan piala asrama.

2. Harry Potter and the Chamber of Secret

Satu lagi musim panas yang panjang harus dilalui Harry di rumah keluarga Dursley. Sungguh dia sudah tidak sabar untuk segera kembali ke Hogwarts, dan terus menghitung mundur hari dimana dia bisa kembali ke sana. Tetapi pada hari ulang tahunnya, dia sangat terkejut ketika muncul makhluk aneh bernama Dobby dan memberikan peringatan yang mengerikan kepada Harry: Dia tidak boleh kembali ke Hogwarts!

Ketika Harry mengabaikan peringatan itu, Dobby menyeretnya ke tumpukan masalah dengan keluarga Dursley, yang mengunci Harry di kamarnya dan tidak membolehkannya keluar. Beruntung, sebelum Harry tenggelam dalam keputusasaan, Ron dan dua kakak laki-lakinya datang untuk menyelamatkannya, dengan menggunakan mobil terbang dan membawanya ke rumah Ron, dan mengembalikan keceriaan Harry untuk menikmati musim panas.

Hingga akhirnya dimulailah tahun kedua Harry di Hogwarts. Diantara kesibukan pekerjaan rumah yang terus bertambah, kesombongan profesor Pertahanan terhadap sihir hitam, dan suara misterius yang sering didengarnya dari tembok, tidak ada hari-hari Harry yang dilalui di sana selain hari yang menarik dan menyenangkan.

Seiring dengan progres sekolah yang terus berjalan, ternyata intensitas suara yang didengar Harry terus bertambah dan semakin mengancam, dan tak lama kemudian serangan ganas kepada murid-murid Hogwarts terjadi. Ketika secara tidak sengaja Harry menemukan kenyataan bahwa dia adalah seorang Parslemouth dan bisa berbicara dengan ular, dengan cepat dia dianggap sebagai seorang ahli waris Slytherin, yang menurut legenda, membuka misteri “bilik rahasia” dan mengeluarkan monster dari dalamnya.

Tentu saja Harry tidak tahu siapa yang menyerang siswa-siswa, tetapi dia bertekad untuk menemukan siapa yang bertanggung jawab terhadap peristiwa itu. Kemudian dia, Ron, dan Hermione menyusun rencana untuk menyamar menjadi murid Slytherin sehingga mereka bisa menanyai Draco Malfoy, yang mereka percayai sebagai dalang dibalik munculnya monster di sekolah. Rencana berjalan dengan lancar, tetapi mereka harus kecewa karena Draco bukanlah orang yang mereka cari.

Penyelidikan mereka berubah menjadi permasalahan pribadi ketika Hermione diserang dan dibekukan oleh monster. Ron dan Harry sangat terpukul, dan memisahkan diri untuk membuka identitas orang yang bertanggung jawab. Kejadian semakin memuncak ketika adik perempuan Ron, Ginny, diculik dan dimasukkan ke dalam bilik, dan mereka menemukan petunjuk penting yang ditinggalkan Hermione. Secepatnya mereka turun ke bilik rahasia untuk menyelamatkan Ginny. Harry dan Ron terpisah ketika mereka berusaha turun, dan Harry mengejar monster dengan kehendaknya sendiri. Harry kemudian menemukan Ginny, dan dengan bantuan misterius dari Dumbledore dan phoenixnya,

Harry bisa menghancurkan ahli waris Slytherin, yang secara mengejutkan ternyata adalah sosok yang sudah akrab dengan mereka, dan membawa Lord Voldemort dalam tubuhnya. Voldemort mempengaruhi Ginny, dan memanfaatkannya untuk melepas monster agar menyerang siswa.

Harry dan Ron kemudian didaulat sebagai pahlawan, ketika mereka kembali bersama dengan Ginny. Harry tidak bisa membayangkan akhir yang lebih menyenangkan dari tahun yang penuh kejutan, ketika Hermione dan korban yang lainnya bisa disembuhkan, dan mereka bisa memenangkan Gryffindor dalam meraih House Point tertinggi, karena kepahlawanan mereka.

3. Harry Potter and the Prisoner of Azkaban

Harry memulai tahun ketiganya di Hogwarts dengan tidak cukup menyenangkan. Secara ceroboh dia menyihir bibi Merge, kemudian melarikan diri. Di tengah perjalanannya, dia membaca berita tentang kaburnya seorang tawanan berbahaya, Sirius Black, yang dirumorkan ingin membunuhnya. Mr. Weasley kemudian memintanya untuk mengucapkan janji yang aneh, bahwa tak peduli apapun yang dia dengar, dia tidak akan pergi untuk mencari Black. Kebingungan, Harry mengiyakan saja.

Dalam perjalanan kembali ke sekolah, Harry melihat Dementor, makhluk penghisap jiwa, berkeliaran di sekitar Hogwarts sebagai perlindungan terhadap Black. Pengaruh Dementor terhadap Harry jauh lebih besar dibandingkan terhadap siswa-siswa Hogwarts, karena masa kecilnya yang suram. Setiap kali mereka mendekat, Harry akan kolaps. Profesor Lupin, guru Pertahanan terhadap Sihir Hitam yang baru, kemudian mengajarinya mantra Patronus, satu-satunya mantra yang dapat digunakan untuk melawan Dementor.

Sekolah tahun ketiga dimulai, dan merekapun tenggelam dalam tugas. Di tengah-tengah itu, Ron dan Hermione terlibat dalam percekcokan kecil akibat perilaku hewan peliharaan mereka. Hermione mengambil kelas yang sangat banyak, bahkan teman-temannya bingung bagaimana dia bisa mengikuti semua kelas yang diambilnya. Di tengah kepadatan aktivitasnya itu kucing Hermione, Crookshanks, berulang-ulang berusaha memakan tikus Ron, Scabbers; sehingga dua sahabat itu tak henti-hentinya beradu argumen tentang hewan peliharaan mereka. Perdebatan mereka terhenti setelah mereka menemukan ekor Scabbers terlihat di antara mulut Crookshanks, yang membuat hati Ron hancur.

Harry mendapat panggilan dari Black ketika dia diam-diam masuk kastil. Pada akhir tahun beberapa kejadian berlangsung beruntun dialami Harry dan teman-temannya. Tikus Ron, Scabbers, ternyata masih hidup, dan ternyata merupakan jelmaan dari penyihir, Peter Pettigrew, orang yang disangka sudah mati.

Harry kemudian juga mengetahui bahwa yang menghianati orang tuanya bukanlah Sirius Black, melainkan Peter. Sayangnya Peter berhasil melarikan diri di kegelapan malam, sehingga lolos dari hukuman akibat kejahatannya.

Sirius, yang dianggap sebagai pembunuh kejam dan anak buah Voldemort, ternyata orang yang tidak bersalah. Disamping itu ternyata dia adalah ayah baptis Harry. Mengetahui itu, tentu saja Harry sangat senang, beranggapan bahwa akhirnya dia bisa lepas dari keluarga Dursley. Tapi Sirius tidak bias berkumpul kembali dengan Harry, karena statusnya sebagai pelarian.

Profesor Lupin, guru favorit Harry, akhirnya harus melepaskan jabatannya setelah ketahuan bahwa dia adalah seorang Manusia Serigala. Ketika bulan purnama Lupin berubah menjadi serigala, hilang kesadarannya dan menyerang Harry dan teman-temannya. Siriuslah yang menyelamatkan nyawa mereka, dengan berubah menjadi anjing besar berbulu kasar, untuk melindungi mereka.

Banyak kejadian yang mereka alami di tahun ketiga ini, tetapi Harry sangat gembira mengetahui Sirius bisa melarikan diri dengan selamat, dan akhirnya bebas dari Azkaban. Dia sangat senang mengetahui dirinya masih punya keluarga, yang masih memperhatikannya meskipun hanya dari jauh.

4. Harry Potter and the Goblet of Fire

Harry hampir tidak percaya ketika keluarga Weasley mengundang dia untuk datang pada Piala Dunia Quidditch. Itu berarti dia dapat pergi lebih awal dari rumah keluarga Dursley DAN pergi melihat pertandingan besar yang banyak orang akan mengorbankan segalanya untuk mendapatkan tiket pertandingan itu.

Pada saat pertandingan berlangsung terjadi hal menegangkan. Bukan karena aksi para pemain bintang, tetapi karena kemunculan Death Eater, pengawal Voldemort, yang disusul dengan tanda Voldemort yang ditembakkan ke udara setelah pertandingan. Membuat dunia sihir sangat terguncang.

Ketika Harry, Ron, dan Hermione kembali ke Hogwarts beberapa hari setelah kejadian itu, mereka mendengar kabar mengejutkan. Sekolah mereka akan menjadi tuan rumah dalam Turnamen Triwizard tahun ini.

Itu adalah kompetisi antara 3 sekolah penyihir, yakni Hogwarts, Durmstrang, dan Beauxbatons. Seorang juara akan dipilih dari masing-masing sekolah, kemudian mereka akan berkompetisi dalam pertandingan yang sangat sulit, yang akan mengetes skill dan keberanian mereka.

Pada bulan Oktober murid dari sekolah lain datang untuk turnamen tersebut. Mereka yang memenuhi syarat untuk mengikuti turnamen itu kemudian menaruh nama mereka pada sebuah gelas piala yang disebut Goblet of Fire, untuk menentukan siapa perwakilan dari masing-masing sekolah. Di luar dugaan, nama Harry muncul sebagai peserta keempat. Bahkan Harry sendiri terkejut dan tidak percaya dengan hal itu, karena memang seharusnya dia tidak bisa ikut berkompetisi karena usianya yang tidak mencukupi.

Hal yang lebih buruk adalah Ron tidak percaya kalau Harry tidak menaruh namanya pada gelas piala. Mereka bertengkar hebat, dan Ron mendiamkan Harry. Murid Hogwarts yang lain juga marah pada Harry, dan menuduh Harry mencari popularitas dengan mengikuti kompetisi itu. Satu-satunya orang yang percaya dan mendukung Harry hanya Hermione.

Pertandingan pertama adalah bertarung melawan naga, dan keempat peserta bisa menjalankan tugas dengan baik. Dan yang lebih menggembirakan adalah akhirnya Ron percaya bahwa Harry mengatakan hal yang sebenarnya (bahwa Harry tidak memasukkan namanya di gelas piala). Akhirnya mereka berteman kembali.

Tetapi masalah demi masalah belum bosan mengitari Harry. Jurnalis gosip, Rita Skeeter terus mempublish artikel gosip tentang Harry yang membuat dia terasing dari murid sekolah lainnya. Hari pelaksanaan pertandingan kedua hampir datang, dan Harry masih belum tahu apa yang harus dia persiapkan. Dengan bantuan Hermione dan Ron dia bisa mempersiapkan diri. Dan saat pertandingan, meski mendapat banyak luka, dia menjadi juara pertama.

Sirius kembali muncul dan mengawasi Harry, karena adanya ancaman terhadap keselamatan Harry. Tapi tidak ada yang tahu siapa yang mengawasi.

Pada pertandingan terakhir, Harry dan Cedric berhasil menyelesaikan tugas bersamaan, tetapi ketika mereka menyentuh Piala sebagai tanda keberhasilan mereka pada pertandingan itu, mereka terlempar ke sebuah pemakaman, dimana telah berkumpul anak buah Voldemort. Dengan cepat mereka membunuh Cedric dan menawan Harry. Rupanya mereka berkumpul untuk mengembalikan kekuatan Voldemort dan menghidupkan dia kembali. Dan untuk itu mereka membutuhkan darah Harry. Voldemort akhirnya berhasil dibangkitkan, tetapi Harry juga berhasil lolos, dengan bantuan kedua arwah orang tuanya.

Ketika Harry akhirnya bisa kembali, dia melaporkan apa yang telah dialami. Investigasi cepat dilakukan, dan mereka menemukan bahwa ternyata Profesor Moody adalah seorang Death Eater yang menyamar, dan dialah yang berusaha menculik Harry untuk Voldemort.

5. Harry Potter and the Order of the Phoenix

Musim panas yang panjang kembali harus dihabiskan Harry bersama keluarga Dursley. Menghabiskan sebagian besar waktunya dalam kekhawatiran tentang kembalinya Voldemort dan kejengkelan terhadap teman-temannya yang jarang mengiriminya informasi, tiba-tiba dia dikejutkan dengan munculnya dua Dementor di Little Whinging dan menyerang dia dan sepupunya, Dudley. Untuk mengusir mereka, Harry menggunakan sihir Patronus. Tetapi akibatnya, dia mendapat panggilan dari kementrian untuk menghadiri hearing kedisiplinan. Harry semakin khawatir ketika dia membaca kabar keberadaan dirinya di Hogwarts akan dipertimbangkan kemudian.

Ketika akhirnya Harry kembali ke sekolah, dia melihat banyak hal yang berubah. Hagrid menghilang, dan kereta yang ditarik kerangka kuda mengelilingi sekolah, dimana hanya dia yang bisa melihat itu. Dan mereka mendapat guru Pertahanan terhadap Sihir Hitam baru, yang tidak lain adalah Dolores Umbridge, perwakilan Menteri yang pernah ditemui Harry pada saat hearing.

Yang lebih buruk adalah gerutuan yang tidak pernah berhenti keluar dari siswa yang lain. Kementrian telah menghabiskan musim panas dengan mendiskreditkan Harry dan Dumbledore, meyakinkan semua orang bahwa mereka berdua sudah gila, dan kembalinya Voldemort hanyalah imajinasi mereka.
Dengan hanya Ron dan Hermione yang berdiri di sisinya, Harry ditekan dengan keras untuk terus menjaga sikapnya. Seringkali dia menumpahkan kekesalannya pada mereka. Sikapnya yang suka menentang akhirnya menempatkan dia pada ruang hukuman selama beberapa minggu dengan pengawasan Umbridge, yang dengan cepat meningkatkan statusnya menjadi Kepala Penyelidik Hogwarts, dan langsung bertindak dengan memecat guru-guru serta menjadikan seisi sekolah berada dalam kontrolnya dengan membuat banyak aturan yang konyol dan sangat menjengkelkan.
Selama tahun pelajaran itu Harry dan Umbridge berkali-kali berseteru, dan Umbridge membalas dengan menjauhkan Harry dari segala sesuatu yang disukai Harry: Quidditch, surat dari Sirius, dan bepergian dengan Hagrid. Jadi, Harry membalas dengan satu-satunya hal yang bisa dia lakukan, dengan membentuk kelompok pertahanan rahasia dan mengajari teman-temannya cara bertarung dan mempertahankan diri dengan baik.
Di tengah himpitan tugas-tugas sekolah yang menggila, rezim tirani Umbridge, Harry berkali-kali mendapatkan mimpi yang mengganggu tentang koridor gelap dan pintu yang terkunci. Bekas lukanya terus mengganggunya secara konstan, dan dia akhirnya mengetahui bahwa dia terhubung secara misterius dengan perasaan Voldemort.
Segala sesuatunya menjadi bencana ketika Dolores Umbridge mengetahui kelompok pertahanan rahasia Harry. Dia menjadi muara bagi semua kesalahan, sampai akhirnya Dumbledore melindungi Harry, dengan mengklaim apa yang dilakukan kelompok Harry ada dibawah tanggung jawabnya.
Seri ini diakhiri dengan pertarungan epik antara kebaikan dan kejahatan, yang berakhir dengan kesedihan bagi Harry atas kematian Sirius, dan terungkapnya rahasia bahwa takdirnya sangat berikatan erat dengan Voldemort. Dia belajar apa itu loyalitas sejati, dan bagaimana caranya tetap tegar menghadapi pengorbanan.

6. Harry Potter and The Half-Blood Prince

Voldemort dan para “Pelahap Maut”-nya secara terang-terangan melakukan kekacauan besar di seluruh negara Britania Raya|Inggris. Cornelius Fudge didepak dari posisinya sebagai Menteri Sihir atas ‘teriakan’ komunitas sihir atas kesalahannya menangani masalah Voldemort ini. Ia digantikan oleh Rufus Scrimgeour sebagai Menteri Sihir yang baru. Dalam rezim yang baru ini, dibentuk struktur departemen yang baru dan Arthur Weasley mendapatkan kenaikan jabatan. Hal ini dengan segera meningkatkan kondisi finansial keluarga Weasley.

Di rumahnya di Spinner’s End, Severus Snape mendapatkan kunjungan dari ibu Draco Malfoy, Narcissa dan kakaknya, Bellatrix Lestrange. Narcissa memaksa Snape melakukan Sumpah Tak-Terlanggar, agar Snape melindungi Draco dan, bila tugas Draco gagal, Snape harus menyelesaikan tugas yang diberikan oleh sang Pangeran Kegelapan.

Pada pesta memulai tahun ajaran baru, Snape diumumkan telah diangkat sebagai guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam yang baru, hal yang sangat mengherankan bagi kebanyakan murid Hogwarts, khususnya karena selama bertahun-tahun ia tidak berhasil mendapatkan posisi itu. Mempergunakan Harry Potter, Albus Dumbledore berhasil membujuk kawan guru lamanya, Horace Slughorn, untuk mengakhiri masa pensiunnya, dan kembali mengajar di jabatan lamanya, sebagai guru Ramuan.

Karena Slughorn hanya meminta nilai minimal “E” (“Exceed Expectations”-”Di Luar Dugaan”) dalam ujian O.W.L. untuk melanjutkan ke kelas lanjutan ([N.E.W.T.) Ramuan, Harry dan Ron berkesempatan untuk mendaftar di kelas itu. Slughorn meminjamkan Harry buku teks tua "Pembuatan-Ramuan Tingkat Lanjutan" yang bertuliskan nama pemiliknya, "Pangeran Berdarah Campuran". Catatan-catatan kecil dari pemilik buku yang berbakat itu membantu Harry menjadi unggul di kelas Ramuan, dan mendapatkan reputasi melebihi Hermione. Sebagai hadiah, Slughorn memberikannya hadiah sebotol kecil Felix Felicis, cairan keberuntungan.

Harry menceritakan kecurigaannya, bahwa Draco Malfoy mungkin adalah seorang Pelahap Maut, kepada Dumbledore, yang tampaknya tidak kuatir, sama seperti Ron dan Hermione. Belakangan, diketahui bahwa Dumbledore sudah menyuruh Snape untuk menyelidiki.

Sesaat ketika Ron dan Hermione tampaknya akan segera memiliki hubungan 'khusus', Ron malah mulai berkencan dengan Lavender Brown - walaupun hal ini hanya sekedar untuk membalas Hermione, yang Ron baru ketahui, dahulu pernah berciuman dengan Viktor Krum. Ron dan Hermione terus-menerus bercekcok satu sama lain hingga saat ketika Ron secara tidak sengaja meminum racun. Hermione sangat terguncang hingga ia dan Ron mengakhiri perselisihan mereka, dan Ron segera memutuskan hubungannya dengan Lavender.

Dumbledore mulai memberikan Harry pelajaran privat. Pelajaran ini berupa pengetahuan mengenai masa lalu Voldemort dan diberikan dalam bentuk memasuki kopi memori-memori orang-orang yang pernah berkaitan dengan masa lalu Voldemort ini, menggunakan alat sihir semacam baskom, Pensieve. Salah satu memori yang merupakan kopi dari memori Slughorn memiliki bagian yang hilang. Dumbledore menugasi Harry untuk mengusahakan memori itu dari Slughorn. Dibantu dengan cairan Felix Felicis, Harry akhirnya berhasil mendapatkan potongan memori itu dari Slughorn. Dumbeldore berspekulasi bahwa Voldemort telah membagi jiwanya menjadi tujuh bagian, dan menyimpan enam bagian dari jiwanya dalam "Horcrux" untuk memastikan bahwa dirinya hidup abadi, sementara bagian ketujuh tetap ada di tubuhnya. Dua Horcrux telah dihancurkan, yang pertama adalah buku harian Tom Riddle yang dihancurkan oleh Harry dan cincin milik Marvolo Gaunt oleh Dumbledore.

Pada masa ini, Harry dan Ginny Weasley memulai hubungan cinta mereka.

Ketika Harry dan Dumbledore akan pergi untuk mencari Horcrux selanjutnya, Harry meninggalkan sisa cairan Felix Felicisnya kepada Ron, Hermione, dan Ginny, setelah ia menduga bahwa Draco Malfoy akan melakukan sesuatu lagi. Setelah dengan cepat menyuruh mereka berpatroli di koridor, Harry ber-Disapparate bersama Dumbledore ke sebuah gua rahasia tersembunyi. Untuk mendapatkan Horcrux itu (sebuah liontin kalung warisan Salazar Slytherin), kondisi Dumbledore menjadi sangat lemah akibat harus meminum semacam cairan yang melingkupi Horcrux tersebut. Mereka segera kembali ke puri Hogwarts dan menemukan Tanda Kegelapan Voldemort berpendar melayang-layang di atas Hogwarts. Mereka disergap Draco Malfoy di atas Menara Astronomi. Dumbledore memantrai Harry yang saat itu tersembunyi di bawah Jubah Gaibnya, sesaat sebelum Draco berhasil melucuti tongkat sihir Dumbledore. Draco mengakui bahwa ia telah membukakan jalan bagi para Pelahap Maut untuk memasuki Hogwarts, walaupun Dumbledore menemukan bahwa anak laki-laki yang nyata-nyata ketakutan itu telah terpaksa untuk membantu anak buah Voldemort.

Para Pelahap Maut tiba dan mendesak Draco untuk menyelesaikan misinya-membunuh Dumbledore-tetapi Draco ragu-ragu. Snape tiba; Dumbledore memohon kepada Snape, "Severus... tolong...", namun tidak jelas apa yang diminta Dumbledore kepada Snape itu. Setelah itu, tiba-tiba Snape membunuh Dumbledore dengan kutukan pembunuh Kutukan Tak-TermaafkanAvada Kedavra (Kutukan Pembunuh)Avada Kedavra. Kekuatan kutukan itu melemparkan Dumbledore melampaui tembok menara. Tewasnya Dumbledore, menyebabkan manteranya yang menahan Harry terangkat. Harry terbebaskan dan mengejar Snape. Keduanya berduel singkat, Snape memperkenalkan dirinya sebagai sang Pangeran Berdarah-Campuran, dan berdua dengan Malfoy, Snape berhasil meloloskan diri melalui gerbang Hogwarts.

Harry menemukan Horcrux liontin kalung di tubuh Dumbledore dan mendapati bahwa itu adalah Horcrux palsu. Di liontin itu, di tempat untuk meletakkan foto, ditemukan secarik perkamen dengan catatan yang menyebut penulisnya dengan inisial "R.A.B.". Horcrux yang asli telah dicurinya dan akan dihancurkan dengan harapan bahwa saat Voldemort bertemu tandingannya, Voldemort "sudah jadi orang biasa lagi, yang bisa mati".

Tahun ajaran berakhir suram dengan pemakaman Dumbledore. Profesor McGonagall, Wakil Kepala Sekolah, menjadi Kepala Sekolah sementara, sementara sekolah mungkin akan ditutup selanjutnya. Bagaimanapun juga, Harry telah memutuskan untuk meninggalkan sekolahnya di Hogwarts untuk mencari sisa Horcrux lainnya. Ron dan Hermione berjanji untuk menyertai Harry. Harry memutuskan hubungannya dengan Ginny untuk melindungi Ginny dari Voldemort. Selama beberapa bulan yang akan datang, Harry akan tetap tinggal bersama keluarga Dursley, memenuhi keinginan Dumbledore. Kemudian, ketiga sahabat itu akan memulai misi mereka, setelah mereka menghadiri satu peristiwa bahagia terlebih dahulu-pernikahan Bill Weasley dan Fleur Delacour.

7. Harry Potter and The Deathly Hallows

Meninggalkan rumah Dursley
Harry Potter memasuki umur 17 tahun di mana ia mencapai umur kedewasaan secara dunia sihir. Sebelum berumur 17 tahun, Harry masih terlindung dari Voldemort selama ia tinggal di rumah keluarga Dursley yang memiliki pertalian darah dengannya. Dengan memasuki umur kedewasaannya, mantera itu akan terangkat dengan sendirinya dan mengharuskan Harry untuk melindungi dirinya sendiri.

Atas informasi dari Severus Snape, Lord Voldemort dan para pengikutnya mengetahui informasi mengenai akan terangkatnya mantera perlindungan ini dan berencana untuk menyergap Harry ketika ia akan meninggalkan rumah keluarga Dursley. Voldemort juga sedang mencari tongkat sihir baru yang dapat mengatasi tongkat sihir Harry. Sesaat sebelum mantera perlindungan Harry berakhir, keluarga Dursley diamankan ke tempat yang dirahasiakan, dan beberapa anggota Orde Phoenix tiba untuk mengawal Harry ke tempat yang aman. Enam orang menyamar sebagai Harry, tapi Harry yang asli ketahuan dalam perjalanan dan diserang oleh Voldemort dan para Pelahap Mautnya. Harry berhasil melarikan diri ke rumah keluarga Weasley, the Burrow, tapi Hedwig dan Mad-Eye Moody terbunuh dalam pertempuran.

Beberapa hari kemudian, Menteri Sihir Rufus Scrimgeour tiba di kediaman Weasley dan memberikan warisan Dumbledore untuk mereka: Deluminator untuk Ron (alat seperti korek api yang dapat memadamkan/menyalakan cahaya); buku mengenai kisah anak-anak sihir untuk Hermione; dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan Snitch pertama yang ditangkap Harry dalam pertandingan Quidditch pertamanya. Namun demikian, pedang Gryffindor ditahan oleh Menteri Sihir, karena kementerian berpendapat bahwa pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Belakangan, dari Snitch itu muncul sebuah petunjuk yang ditulis oleh Dumbledore: "Aku membuka pada akhirnya" (bahasa Inggris: "I open at the close"). Walaupun ketiganya belum dapat mengetahui mengapa Dumbledore meninggalkan masing-masing mereka benda-benda tersebut, mereka mempercayai bahwa benda-benda itu dimaksudkan entah bagaimana untuk membantu mereka menemukan horcrux-horcrux Voldemort.

Pencarian Horcrux

Dalam resepsi pernikahan Bill Weasley dan Fleur Delacour, Patronus dari Kingsley Shacklebolt muncul dengan peringatan bahwa Kementerian Sihir telah jatuh dan para Pelahap Maut sedang mendatangi mereka. Harry, Ron, dan Hermione melarikan diri dengan berdisapparate, dan akhirnya berlindung di markas besar Orde Phoenix yang telah ditinggalkan di Grimmauld Place nomor dua belas, rumah yang diwarisi Harry dari Sirius Black. Di rumah ini, Harry mendapati bahwa ternyata adik Sirius, Regulus yang tewas oleh Voldemort, memiliki nama Regulus Arcturus Black yang berinisial sama dengan "R.A.B." yakni orang yang mengambil Horcrux liontin Salazar Slytherin dari gua pinggir laut yang tersembunyi.[HP6] Hermione teringat pernah melihat sebuah liontin di antara barang-barang milik Kreacher, peri rumah di tempat itu. Kreacher merujuk Mundungus Fletcher yang mengakui telah mencuri liontin itu dari si peri rumah dan menggunakannya untuk menyogok Dolores Umbridge. Yakin bahwa liontin itu salah satu Horcrux yang sedang mereka cari, ketiganya memasuki Kementerian Sihir menggunakan samaran Ramuan Polijus. Mereka berhasil mengambil liontin itu dari leher Umbridge tanpa disadarinya, tapi tempat persembunyian mereka di Grimmauld Place berhasil diketahui musuh.

Ketiga sahabat itu melarikan diri. Mereka tidak berhasil membuka apalagi menghancurkan liontin itu, dan bergantian memakai liontin itu untuk menjaganya. Mereka juga berhasil mengetahui bahwa pedang “warisan Dumbledore” yang ditahan oleh kementerian sebenarnya adalah pedang tiruan; dan bahwa pedang Gryffindor yang aslilah yang dapat menghancurkan Horcrux-Horcrux itu. Harry hendak mencari pedang itu, tapi Ron, yang khawatir akan keamanan keluarga dan kecewa karena ternyata Harry tidak memiliki rencana apa pun dari Dumbledore, meninggalkan Harry dan Hermione. Keduanya kemudian pergi ke Godric’s Hollow untuk mencari pedang itu. Di sana, mereka disergap oleh Voldemort dan Nagini. Ketika mereka berhasil melarikan diri, Hermione tanpa sengaja mematahkan tongkat sihir Harry.

Di Hutan Dean, Harry melihat sebuah Patronus berbentuk Rusa betina di dekat tempat mereka berkemah. Patronus itu membawanya ke sebuah kolam es berisikan pedang Gryffindor. Ketika Harry berusaha untuk menyelam ke dalam kolam es untuk mengambil pedang tersebut, Horcrux liontin yang dikenakannya tiba-tiba mengetat dan berusaha mencekik lehernya. Ron, yang menggunakan Deluminator untuk mencari Harry dan Hermione, tiba dan berhasil menyelamatkan Harry dari tenggelam di kolam itu, mengambil pedang, dan kemudian berhasil menghancurkan liontin itu. Ron memperingatkan Harry dan Hermione bahwa nama Voldemort sekarang telah menjadi dimanterai Tabu – sehingga orang yang berani menyebut nama itu akan menyebabkan tempatnya bersembunyi akan tersingkap..

Relikui Kematian

Ketiga sahabat pergi mengunjungi Xenophilius Lovegood, ayah Luna, untuk menanyakan mengenai simbol yang pernah mereka lihat digunakan oleh Xenophilius dan simbol yang sama dengan simbol yang ada di buku anak-anak milik Hermione. Lovegood menyatakan bahwa simbol itu adalah simbol dari Relikui Kematian (the Deathly Hallows), tiga benda legendaris yang dapat menaklukkan kematian: Tongkat sihir Elder (Elder Wand), Batu Kebangkitan (Resurrection Stone), dan Jubah Gaib. Ketika ditekan mengenai keberadaan Luna, Lovegood mengakui bahwa para Pelahap Maut telah menculik putrinya; dan bahwa ia juga telah memberitahu Kementerian Sihir (yang telah dikontrol oleh para Pelahap Maut) mengenai keberadaan ketiganya; namun mereka berhasil melarikan diri.

Beberapa pemburu harta karun menangkap ketiganya di perkemahan mereka setelah Harry secara ceroboh menyebut nama Voldemort. Mereka dipenjarakan di rumah keluarga Malfoy, bersama-sama dengan Luna Lovegood, Dean Thomas, Ollivander si pembuat tongkat sihir, dan goblin Griphook. Ketika menemukan pedang Gryffindor di antara milik mereka, Bellatrix Lestrange mencurigai bahwa mereka telah mencuri masuk ke tempat penyimpanan miliknya di Bank Gringott. Bellatrix menyiksa Hermione untuk mendapatkan informasi. Dobby berapparate ke penjara bawah tanah tempat mereka semua disekap dan menyelamatkan mereka. Petter Pettigrew turun ke bawah tanah untuk menyelidiki kegaduhan dan mencekik Harry, yang mengingatkan bahwa Pettigrew berhutang nyawa kepadanya.[HP3] Cengkeraman Pettigrew melemah, tangan peraknya terlepas dan mencekik tuannya sendiri sampai mati sebagai balasan hutang nyawa itu. Harry dan Ron berlarian menaiki tangga untuk menyelamatkan Hermione. Ron melucuti Bellatrix sementara Harry mengalahkan dan mengambil tongkat sihir Draco. Dobby muncul kembali dan mereka berempat berapparate ke rumah Bill dan Fleur Weasley. Sesaat sebelum mereka menghilang, Bellatrix melemparkan pisau dan secara fatal menembus tubuh Dobby.

Di kediaman Bill, Ollivander membenarkan akan keberadaan Tongkat Elder itu. Ia juga mengungkapkan bahwa sebuah tongkat sihir dapat memilih untuk berganti ke tuan yang baru jika pemiliknya dikalahkan atau dilucuti. Tindakan Bellatrix meyakinkan ketiga sahabat itu bahwa ada Horcrux lain yang disembunyikan di lemari besi Lestrange. Dengan bantuan Griphook, mereka memasuki Gringotts dan berhasil mengambil Horcrux yang lainnya, Piala Helga Hufflepuff. Griphook mencuri pedang Gryffindor, karena menganggap bahwa pedang itu sesungguhnya adalah milik kaum Goblin, dan ketiga sahabat berhasil melarikan Horcrux Piala itu. Dengan kejadian ini, Voldemort, yang berhasil mencuri Tongkat Elder dari makam Dumbledore, menyadari sepenuhnya bahwa Harry Potter dan sahabat-sahabatnya sedang mencari dan menghancurkan Horcrux-Horcruxnya. Secara tidak sengaja, pikiran Harry terhubung dengan pikiran Voldemort yang mengungkapkan bahwa ada satu lagi Horcrux yang disembunyikan di Hogwarts. Harry segera menyadari bahwa Horcrux di Hogwarts ini adalah Mahkota Rowena Ravenclaw.

Pertempuran Hogwarts

Di Hogsmeade, Aberforth Dumbledore membantu Harry, Ron, dan Hermione untuk menyelinap masuk ke Hogwarts. Harry memperingatkan para staf pengajar Hogwarts bahwa Voldemort akan segera datang menyerbu. Orde Phoenix, Laskar Dombledore, para pelajar, dan banyak alumni Hogwarts tiba di sana ketika para pengikut Voldemort tiba menyerang. Pertempuran ini memakan banyak korban, di antaranya adalah Fred Weasley, Remus Lupin, Nymphadora Tonks, dan Colin Creevey. Sementara Harry mencari Horcrux Mahkota itu, Ron dan Hermione memasuki Kamar Rahasia untuk mengambil taring ular Basilisk yang dahulu dibunuh oleh Harry.[HP2] Hermione menggunakan taring itu untuk menghancurkan Horcrux Piala Hufflepuff. Dalam pencarian itu, Harry kemudian teringat bahwa ia pernah melihat Mahkota itu di Kamar Kebutuhan. Di kamar itu, ketiganya diserang oleh Malfoy, Crabbe, dan Goyle. Crabbe mempergunakan mantera Fiendfyre yang sangat kuat yang malah membunuh dirinya sendiri dan juga menghancurkan mahkota itu.

Pikiran Harry terhubung dengan pikiran Voldemort kembali, dan ketiganya segera pergi ke Shrieking Shack. Mereka mendengar Voldemort memberitahu Snape bahwa Tongkat Elder tidak dapat digunakannya dengan baik dikarenakan Snape telah menjadi tuan atas Tongkat itu setelah Snape membunuh pemilik Tongkat itu sebelumnya, Albus Dumbledore.[HP6] Voldemort yakin bahwa dengan membunuh Snape maka Tongkat itu akan menjadi miliknya seutuhnya. Ia menyuruh Nagini untuk membunuh Snape, kemudian pergi ke Hogwarts. Ketika Snape sedang jatuh sekarat, ia memberikan Harry memorinya. Memori ini kemudian mengungkapkan bahwa Snape, sekalipun tidak sepenuhnya baik, adalah orang yang setia kepada Dumbledore, didorong oleh cinta seumur hidupnya kepada ibu Harry, Lily Potter. Dumbledore, yang hidupnya sudah tidak lama lagi akibat kutukan yang mengenainya dari Horcrux Cincin Gaunt, telah menyuruh Snape untuk membunuh Dumbledore bila perlu, untuk melindungi peranan Snape dalam Orde Phoenix dan juga untuk menggantikan Draco Malfoy yang ditugasi Voldemort untuk membunuh kepala sekolahnya. Adalah Snape juga yang mengirimkan Patronus Rusa betina yang mengantar Harry ke pedang Gryffindor. Memori itu juga mengungkapkan bahwa Harry sendiri adalah Horcrux — Voldemort tidak akan dapat dibunuh selama Harry masih hidup.

Pasrah akan nasibnya, Harry pergi seorang diri ke Hutan Terlarang di mana Voldemort telah menunggu. Dalam perjalan itu, Harry menemukan petunjuk dari Snitch, yang membuka dan di dalamnya terdapat Batu Kebangkitan. Harry memanggil arwah dari orang tuanya, Sirius Black dan Remus Lupin, yang menenangkan dan menemaninya ke tempat Voldemort. Ia kemudian membiarkan kutukan Voldemort, Avada Kedavra, mengenai dirinya. Harry terbangun di suatu tempat seperti di dunia lain dan tidak yakin apakah ia masih hidup atau sudah mati. Albus Dumbledore muncul dan menjelaskan bahwa bagian jiwa Voldemort yang berada di dalam diri Harry telah dihancurkan oleh kutukan pembunuh itu. Ia menjelaskan juga bahwa seperti Voldemort tidak dapat dibunuh sementara bagian jiwanya masih tersisa, maka Harry juga tidak dapat dibunuh sementara darahnya masih mengalir di tubuh Voldemort. Harry, yang berhasil “mengalahkan maut” dengan menyatukan ketiga Relikui Kematian, mendapat pilihan untuk “meninggalkan dunia” atau kembali hidup di dunia.

Harry hidup kembali, tapi ia berpura-pura telah tewas. Voldemort menyuruh Hagrid untuk membawa Harry ke Hogwarts sebagai tanda kemenangan. Ketika pertempuran memanas kembali, Harry memakaikan dirinya sendiri Jubah Gaib. Neville menarik pedang Gryffindor dari Topi Seleksi dan berhasil memenggal kepala Nagini, menghancurkan Horcrux terakhir. Penduduk desa Hogsmeade, para Centaurus dari hutan, dan para peri rumah Hogwarts ikut masuk dalam pertempuran melawan para Pelahap Maut, yang mulai berbalik kalah unggul dalam jumlah. Di dalam puri, McGonagall, Kingsley, dan Slughorn berduel melawan Voldemort; sementara Ginny, Hermione, dan Luna melawan Bellatrix Lestrange. Ketika sebuah kutukan pembunuh hampir mengenai Ginny, Molly Weasley terjun ke pertempuran, mendorong para gadis menjauh, dan dengan sengit bertempur dengan Bellatrix. Ia berhasil membunuh Bellatrix dengan manteranya. Harry menampakkan dirinya kembali dan menantang Voldemort. Harry berhasil menyimpulkan bahwa Voldemort bukanlah pemilik sejati dari Tongkat Elder. Ketika Draco Malfoy melucuti Dumbledore di Menara Astronomi, Draco tanpa sadar telah menjadi pemilik Tongkat Elder; dan ketika Harry belakangan merebut tongkat Draco, ia sendiri menjadi pemilik baru yang sejati dari Tongkat Elder. Voldemort melemparkan Kutukan Pembunuh kepada Harry yang dilawan Harry dengan Mantera Pelucutan Senjata; namun Tongkat Elder melindungi tuannya sehingga kutukan Voldemort memantul dan berbalik membunuh Voldemort sendiri.

Setelah pertempuran berakhir, Harry mendatangi lukisan Dumbledore. Ia memberitahu bahwa ia akan menyimpan Jubah Gaib itu, tapi untuk mencegah ketiga Relikui Kematian itu bersatu kembali, Batu Kebangkitan akan dibiarkan di tempat ia terjatuh di Hutan Terlarang, dan Tongkat Elder akan dikembalikan ke makam Dumbledore. Jika Harry kelak meninggal tanpa terkalahkan, maka kekuatan Tongkat Elder akan padam seiring dengan kematiannya. Lukisan Dumbledore menganggukkan persetujuannya. Sebelum menempatkan Tongkat Elder kembali ke makam itu, Harry mempergunakannya untuk memperbaiki tongkat sihirnya sendiri yang telah patah.

Epilog

Sembilan belas tahun kemudian, Harry telah menikah dengan Ginny Weasley, dan mereka memiliki tiga anak bernama James Sirius, Albus Severus, dan Lily Luna. Ron dan Hermione juga menikah dan memiliki dua anak, Rose dan Hugo. Keluarga-keluarga itu bertemu di Stasiun King’s Cross, di mana Albus akan memasuki tahun pertamanya bersekolah di Hogwarts. James, anak pertama mereka, sudah bersekolah di Hogwarts, sementara Lily baru akan masuk ke Hogwarts dua tahun kemudian.

Anak baptis Harry yang berumur sembilan belas tahun, Teddy Lupin, ditemukan berciuman dengan Victoire Weasley (putri Bill dan Fleur) di salah satu kompartemen kereta. Teddy tampaknya sangat dekat dengan keluarga Potter, dengan perkataan Harry, “Ia sudah datang untuk makan malam bersama empat kali seminggu.”

Harry juga melihat Draco Malfoy dan istrinya bersama putra mereka, Scorpius. Malfoy menganggukkan kepala singkat ke Harry, kemudian pergi.

Harry menenangkan Albus, yang khawatir akan masuk ke Slytherin. Ia memberitahu bahwa Severus Snape, dari mana nama Severus diambil, adalah seorang Slytherin dan ia adalah orang yang paling berani yang pernah ditemuinya. Harry juga membocorkan bahwa Topi Seleksi akan mengikuti pilihan seseorang.

Neville Longbottom telah menjadi guru Herbologi dan berteman baik dengan Harry.

Buku ini diakhiri dengan pengungkapan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi selama sembilan belas tahun sejak Pangeran Kegelapan dikalahkan, dan semuanya berjalan dengan baik.

Referensi : Wikipedia

Download e-book Harry Potter:
1. Harry Potter and the Sorcerer’s Stone [download - English]
2. Harry Potter and the Chamber of Secrets [download - English]
3. Harry Potter and the Prisoner of Azkaban [download - English]
4. Harry Potter and the Goblet of Fire [download - English]
5. Harry Potter and the Order of the Phoenix [download - English]
6. Harry Potter and the Half Blood Prince [download - English]
7. Harry Potter and the Deathly Hallows [download : English Indonesia]

Tertarik membeli bukunya? Klik gambar di bawah

Masukkan Code ini K1-BYF52D-A
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Dapatkan e-book lainnya disini

About these ads

Filed under: e-book, novel (eng), novel (ind), , , , , , , , , , , , ,

7 Responses

  1. Link Ebook | SUJIYAT mengatakan:

    [...] Serial Harry Potter (oleh JK Rowling) [resensi] [...]

  2. streamerFilms mengatakan:

    A few films can be made tailored for alternative venues, being released as made-for-TV movies or direct-to-video clip movies.

  3. Dumbledore mengatakan:

    Novel Harry Potter emang keren, sayang pilemnya ngga seru2 amat.
    Skenarionya banyak yang nyimpang ama isi buku.
    Dari segi pemindahan cerita dari novel ke film, jelas kalah jauh sama kesuksesan Lord Of The Rings. Sebagai penggemar HarPot, gue ngerasa dikhianati!! Weleh2..
    Pilemnya sukses ndompleng kehebohan bukunya aja. Cuma menang di visual efek yang canggih, MENGECEWAKAN.

  4. orang tak dikenal mengatakan:

    Makasih bwt yang punya Blognya….!!
    akhirnya ketemu juga alternatif dari Novel aslinya!! hehe

    MAKASIH BANYAK YANG PUNYA BLOG!

  5. IMAM RADCLIFFE mengatakan:

    film HARRY POTTER sangat mengagumkan kisahnya menarik & filmnya begitu nyata. jika aku nonton flmnya seperti aku ada di film tersebut. aku memang salah satu pengemar HARRY POTTER 1,2,3,4,5,6,&7 filmnya bagus sekali artis2nya juga keren yaitu DANIEL JACOB RADCLIFFE sbg (HARRY POTTER) RUPERT ALEXANDER LIYOD GRINT sbg (RON WEASLEY)& EMMA CHARLOTTE DUERRE WATSON sbg (HARMONIE GRENGER)

  6. nilna mengatakan:

    yang indonesia gag punya towwwwwwwwwwwwwww????????????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip bulanan

Kategori

Follow Me

Powered by FeedBurner

Belanja Buku


Masukkan Code ini K1-BYF52D-A
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Free, Unlimited File Hosting

ziddu

SEO

Blogosphere

Komunitas

Banner Sahabat

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: